Selasa, 08 Mei 2018

Sudah ya

Sebenarnya banyak hal yang bisa kita bicarakan, tapi toh kamu memilih untuk diam dan tidak peduli lagi :')

Ya sudah.

Sudah ya.

Aku berhenti sampai di sini.

Terima kasih untuk selama ini. 😊

Minggu, 06 Mei 2018

:')

Saat kamu menghabiskan waktumu berjam-jam untuk menangis bahkan tertidur karenanya, dan saat kamu bangun anehnya hatimu terasa perih, dan kosong, saat itulah kamu tau kalau hatimu benar-benar sudah patah.

Dan hai hatiku, kamu kuat :)

Lain kali, jangan sembarangan membuka hati lagi :)

Sudah berkali-kali begini kan?

Minggu, 15 April 2018

Pesan

Bunga tanpa rumput
Atau wajah tanpa cacat
Sama dengan hidup tanpa tangisan

Dan kesempurnaan

Hanyalah memberi arti tanpa makna

Begitupun air mata
Dan harga dari tawa

Yang datang karenamu

Ingin melihat indahnya mutiara?
Tentu saja harus menyelam di laut yang dalam

Mencintaimu dengan sekedarnya, membencimu dengan sekedarnya

Kuharap nanti kita bisa hidup berdampingan selamanya :)

Jika tidak
Kau harus selalu bahagia
Di hatimu
Bukan hanya di wajah

Dan ingat,
Aku selalu memikirkanmu

Jikalau kau merasa sepi,
Ingatlah aku yang selalu bersamamu

Dalam doa

:)

Hi mimpi-mimpi di masa depan dan kebahagiaan di masa lalu dan hari ini

Untuk inilah aku harus bersyukur dengan segalanya

Tidak ada yang pantas untuk ditangisi atau disesali :)

Entah

Apakah bijak untuk menjatuhkan hati padamu?
Apakah bijak untuk membuatku membutuhkanmu?

Kurasa tidak akan pernah ada jawaban yang tepat

Hanya dalam doa kita bisa sedekat yang aku inginkan

Aku tidak tahu dan hanya terlalu takut untuk berharap

Air mataku sudah kering dulu

Dan sekarang kau mulai menjatuhkan nya lagi :)

Apakah bijak untuk memikirkannya sekarang ini?

Senin, 08 Agustus 2016

kamu

Tak perlu tertawa bersama untuk membuatku sadar betapa aku peduli padamu. Karena ternyata, hanya dengan memandang tawamu dari kejauhan, aku sudah merasa cukup adil dan bahagia.

Rabu, 03 Agustus 2016

Ra la la

Ra la la bagaimana kalau semua yang kamu inginkan cuma ada di kepalamu?

Untuk orang sepertiku, bermimpi tentang mu sudah lebih dari cukup. Aku tak pernah berharap lebih. Aku tak pernah punya keberanian untuk jujur.

Seakan aku selalu merasa ingin ditelan bumi. Apa pun yang kulakukan selalu salah. Berujung pada penyesalan.

Aku sudah dewasa. Tapi aku juga masih terlalu kecil. Aku belum pernah merasa apa yang orang lain rasa. Memiliki orang yang dicintai dan mencintai.

Aku hanyalah aku sang pemimpi.

Apa aku sebegitu inginnya? Ah, berbicara saja aku tak akan sanggup. Seakan tak akan pernah mungkin untukku.