Minggu, 15 April 2018

Pesan

Bunga tanpa rumput
Atau wajah tanpa cacat
Sama dengan hidup tanpa tangisan

Dan kesempurnaan

Hanyalah memberi arti tanpa makna

Begitupun air mata
Dan harga dari tawa

Yang datang karenamu

Ingin melihat indahnya mutiara?
Tentu saja harus menyelam di laut yang dalam

Mencintaimu dengan sekedarnya, membencimu dengan sekedarnya

Kuharap nanti kita bisa hidup berdampingan selamanya :)

Jika tidak
Kau harus selalu bahagia
Di hatimu
Bukan hanya di wajah

Dan ingat,
Aku selalu memikirkanmu

Jikalau kau merasa sepi,
Ingatlah aku yang selalu bersamamu

Dalam doa

:)

Hi mimpi-mimpi di masa depan dan kebahagiaan di masa lalu dan hari ini

Untuk inilah aku harus bersyukur dengan segalanya

Tidak ada yang pantas untuk ditangisi atau disesali :)

Entah

Apakah bijak untuk menjatuhkan hati padamu?
Apakah bijak untuk membuatku membutuhkanmu?

Kurasa tidak akan pernah ada jawaban yang tepat

Hanya dalam doa kita bisa sedekat yang aku inginkan

Aku tidak tahu dan hanya terlalu takut untuk berharap

Air mataku sudah kering dulu

Dan sekarang kau mulai menjatuhkan nya lagi :)

Apakah bijak untuk memikirkannya sekarang ini?

Senin, 08 Agustus 2016

kamu

Tak perlu tertawa bersama untuk membuatku sadar betapa aku peduli padamu. Karena ternyata, hanya dengan memandang tawamu dari kejauhan, aku sudah merasa cukup adil dan bahagia.

Rabu, 03 Agustus 2016

Ra la la

Ra la la bagaimana kalau semua yang kamu inginkan cuma ada di kepalamu?

Untuk orang sepertiku, bermimpi tentang mu sudah lebih dari cukup. Aku tak pernah berharap lebih. Aku tak pernah punya keberanian untuk jujur.

Seakan aku selalu merasa ingin ditelan bumi. Apa pun yang kulakukan selalu salah. Berujung pada penyesalan.

Aku sudah dewasa. Tapi aku juga masih terlalu kecil. Aku belum pernah merasa apa yang orang lain rasa. Memiliki orang yang dicintai dan mencintai.

Aku hanyalah aku sang pemimpi.

Apa aku sebegitu inginnya? Ah, berbicara saja aku tak akan sanggup. Seakan tak akan pernah mungkin untukku.

Jumat, 22 April 2016

capek

Kadang ngga bisa bohong, kalau udah capek, bosan, ngga ada semangat lagi sama kerjaan ini. Bahkan dulu yang kalo nerima bayi saat kelahiran rasanya seneng banget, ikut terharu dan bangga karena bisa bantu terima kehidupan baru. Tapi lama-lama juga capek juga. Apalagi tawaran di luar sana banyak yang lebih menggiurkan,
yang jam kerjanya jelas,
yang gajinya lumayan,
yang resikonya sedikit,
yang ngga main2 sama nyawa :'(

Hmmm.. Apapun itu.
Ini pilihanku dari awal.
Pekerjaan yang bakal kulakukan seumur hidup.

Toh harusnya kita inget saat awal2 dulu gimana perjuangan kita masuk dunia medis.
Takut, seneng, khawatir, semangat.

Hari pertama kita bertugas sebagai bidan. :)
Semangat buat belajar hal baru. Semangat untuk membantu org lain.
Walaupun berat semua terlewati dg baik :')
Jangan sampai semangat kita hilang utk mengabdi :)
utk tetap di dlm pelayanan ibu dan anak :)
Krna kerjaan kita ngga cuma 'pekerjaan' tapi juga ibadah :)
Tetap semangat dan kalo bosan hrs ingat bahwa semua manusia itu unik. 
Setiap pasien unik.
Jadi belajar trs setiap hari gimana cara menangani pasien. :)

Selasa, 28 Juli 2015

Pejuang yang tak memiliki senjata.

Dia menangis, pertempuran di depannya begitu dahsyat. Dia melihat satu persatu temannya tumbang, pun ada yang melarikan diri.

Dia ingin berteriak memaki pada penyerang. "Mengapa menyerang kami?" Pertanyaan itu yang selalu berputar di kepalanya.

Tapi, yang lebih menyesakkan dadanya adalah kenyataan bahwa dia sama sekali tak berguna di medan perang. Dia hanya berlari kesana kemari, pun tak menumbangkan satupun penyerang.

"Ayo kita lari saja. Sudah jelas kita kalah! Kau bisa lihat sebentar lagi akan datang alteri lainnya!" temannya berteriak disela-sela hujan tembakan yang datang, "Kita tak bisa apa-apa, senjata tak punya, keahlian bertempur pun tak ada. Menyerah pilihan terbaik. Bertahan hidup adalah yang paling utama. Suatu saat nanti kita balas mereka!"

Si pejuang menatap temannya dengan wajah datar, di dalam pikirannya dia bertanya, "Menyerah pilihan terbaik. Mundur dan selamatkan hidupmu! Tapi bagaimana dengan mayat-mayat itu? Sebelumnya mereka adalah teman-teman kita kan? Apakah meninggalkannya tak apa-apa?"

"Ayo pergi sebelum penyerang lain datang!" temannya menarik tangan si pejuang. Pejuang menepisnya, "Aku tetap disini, aku tidak akan pergi. Walau disini aku akan mati aku tetap disini. Bukan untuk siapa-siapa atau untuk apa-apa. Ini untukku sendiri. Aku tidak ingin menyesal. Aku akan berjuang walau tak punya senjata."

"Kamu akan mati sia-sia!" temannya membentaknya.

"Itu lebih baik daripada aku menyerah dan pergi!  Bukan untuk kehormatanku atau apa. Percayalah ini untuk diriku sendiri! Kalau kau mau pergi, pergilah!" Pejuang berkata dengan tegas.

Lalu teman itu pergi, dan alteripun datang, tank-tank itu menyerbu desa kecil itu dan melenyapkannya menjadi lautan api.

Dan apa kabar si pejuang? Tak ada lagi yang mendengar kabarnya.

_---------------------_

Berjuang tak hanya bermodal nekat dan kemauan.
Tapi kau juga harus punya yang lainnya.
Senjata itu, apapun bidangmu adalah yang paling penting.
Bukankah hidup kita adalah pertempuran?
Orang yang hanya memiliki kemauan apakah bisa berhasil?
Atau hanya akan mati sia-sia?