Tampilkan postingan dengan label jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2015

Cuma bisa bilang Good Bye





Dalam syair duka, aku bahagia….
Dalam syair bahagia, aku berduka..

Ketika sebuah kata bersambung dengan kata yang lain,
Membentuk sebuah susunan kata yang lembut,
terdapat kata-kata duka…
seolah dunia tak lagi berputar…
dan bunga tak lagi mekar….

Tapi, relung hatiku merasa lega, lagi bahagia…
Ia tersenyum ceria,
Menguratkan cerita suka penyejuk jiwa…
Tanpa terseduh, tanpa terisak….

Tak ada yang memahami..
Ketika persoalan ada di dalam hati,
Yang ditanya ketika apa yang diyakini,
Dan seolah tak ada lagi..

Kisah duka itu,
Hanya ada di matamu,
Bayangmu dan dalam mimpimu…

Di dalam hatiku tak ada,
Bahkan tak tersirat…
Lalu, syair yang lain menuliskan cerita suka,
Seolah ia pembangkit semangat membara…
Sedang  padaku ia terbaca seperti sakit dan juga ‘ketergantungan’
Karena ia tak ada lagi..

Memang begini, ketika sebuah kata tertulis sama tapi berarti beda..

Ketika ia datang, kau sambut ia dengan senyuman…
Namun, ketika ia datang padaku, ku sambut ia dengan tangisan…

Ini fitrahku sebagai seorang perempuan,
Yang hatinya tercipta begitu peka pada apa yang terjadi…
Dan oleh karena itulah, aku memilih jalan ini yang kau anggap kuno lagi ‘berani’…..

Terima kasih atas syairmu yang begitu mesra namun menusuk hatiku..

Ini  jalanku, dan itulah jalanmu………..