Minggu, 28 Juni 2015

Manis

7 hari yang manis..

Walau hanya 7 hari itu benar-benar terasa manis.

Masih kuingat aku yang gugup sekali menunggu pesanmu. Atau aku yang berjingkrak-jingkrak seperti anak TK saat kau menanyakan kabarku.

Semuanya terasa manis.

Namun, setiap rasa manis memiliki akhir. Entah itu lidah yang tiba-tiba menjadi pahit.  Atau lidah yang malah tercandu oleh manisnya.

Dan bagiku kau adalah manis yang asam.

Dan sudah berakhir. Tepat 7 hari ini. Semuanya sudah berakhir. :')

Rabu, 24 Juni 2015

K

Si Mrs. K!

Tujuannya cuma satu, data! Namun dia harus jatuh bangun untuk mendapatkannya!

Malah dikira dia jatuh cinta!

Si Mrs. K suka menulis! Ditulisnya semua hal yang terlewat dipikirannya, tapi dia lebih suka mengamati kenyataan.

Tentang orang-orang di sekitarnya!

Malangnya si Mrs. K selalu dijuluki penjaja cinta.

Padahal dia hanya mau data!

Pada akhirnya si Mrs. K tidak bisa menulis lagi. Karena sudah habis inspirasinya!

Dan dia lelah dipanggil K! Ah sudahlah.

Sabtu, 20 Juni 2015

Kekasih

Kekasih yang tak pernah mencinta...

Dalam pandangannya, kekasih itu hanya melihat satu wajah.
Meski matanya tertutup ingatannya berputar terus tentangnya.
Jari jemarinya menulis pelan nama yang tak mampu ia ucapkan.
Hatinya bergemuruh meski otaknya terus menghindar.

Kekasih ini mulai merasa rindu....
Akan suara merdu itu yang bagai bertautan dengan detak jantungnya,

Tapi kekasih ini merasa ragu pada apa yang ada di depannya, pada perasaannya sendiri.

Ah apalah yang aku tahu tentang kekasih ini?

Kekasih ini menyela padaku dan mengatakan jangan ikut campur,

Dan aku hanya berkata pelan, "Akulah kekasihmu tapi kau tak pernah mencintaiku."

Lalu sang kekasih menjawab, "Aku mencintaimu bukan sebagai kekasih tapi kau mencintaiku sebagai kekasih."

Apa yang aku pikirkan? Aku tersenyum pada diriku sendiri.

Iya kaulah kekasih yang tak pernah mencinta, itu yang sudah lama aku sadari.

"Taukah kamu mengapa aku tak pernah mencintaimu?" katanya pelan, "Karena bagiku dengan segenap perasaan ini, kata cinta terlalu kecil untuk melukiskan rasanya padamu."

Entahlah. Aku pun tak mengerti. Kekasih si kekasih itupun pergi.

Senin, 15 Juni 2015

Curhatan di kala senja 2011 :)

Apa yang kupunya?
Ternyata memang aku tidak punya apa-apa, bahkan kepercayaan diripun tidak.
Tapi, aku punya semangat juang. Setidaknya itu yang bisa aku banggakan kan? :)

Dalam duniaku, untuk orang seperti diriku itu sama sekali tidak cocok. Aku bukan orang yang cekatan bahkan aku terlalu gugup untuk bicara banyak.

Berulangkali aku ingin menyerah karena aku merasa tidak pernah melakukan hal yang benar. Aku takut mencelakakan orang dan bukan menolongnya. :'(

Tapi, entah kenapa aku sadar bahwa aku suka dengan pekerjaanku. Aku suka menggendong bayi yang masih berbau ketuban itu.

Aku menjadi tambah bodoh :')

Kenapa aku jadi jatuh cinta pada pekerjaan ini?
Kenapa meski aku harus jatuh bangun, berlari-lari dan menahan tekanan aku malah tambah suka?

Aku harus banyak belajar dan berlatih. Bukan untuk siapa-siapa atau untuk apa-apa. Tapi, untuk diriku sendiri. :) Aku ingin membuktikan kepada diriku sendiri bahwa aku bisa bermanfaat untuk orang lain. Dan aku bukan pengecut. Akan aku tahan semua masa-masa sulit ini :) Walau harus dimarahi bahkan diinjak-injak aku tak masalah. Aku suka pekerjaanku. Aku bangga menjadi seorang bidan :)

Rabu, 20 Mei 2015

Pesona Bebek Kuning 2

Bebek kuning yang berada di pinggir danau menatap sedih. Air matanya mengalir pelan. Dia menangis. Tanpa diketahuinya, seekor angsa putih datang mendekat. Angsa putih itu melihatnya lekat-lekat. Dia terheran-heran untuk apa bebek kuning menangis.

"Kenapa kau menangis?" Angsa putih bertanya merdu.

"Kau indah sekali," jawab bebek kuning.

"Kau juga indah," angsa putih menjawab lagi, "Ohh.. sebentar! Apakah kau si bebek kuning yang mempesona yang namanya selalu diagung-agungkan oleh bebek lainnya?"

Bebek kuning tersenyum malu-malu, "Apa benar begitu?"

Angsa mengangguk pelan. Lehernya yang panjang membuatnya terlihat semakin menawan. Bebek kuning menunduk sedih.

"Kenapa kau selalu menunduk sedih seperti itu?" angsa bertanya pelan.

"Setiap sore aku kemari, menatap kalian para angsa yang berdua-dua. Saat aku melihat kalian entah mengapa hatiku menjadi sedih.", bebek kuning mulai terisak, "Akhir-akhir ini aku baru tersadar bahwa rupanya aku mulai jatuh cinta pada angsa. Tapi, aku tak berani mendekat. Saat kalian pergi, aku berjalan mendekati danau dan melihat ke airnya. Saat ku lihat diriku sendiri di atas air, entah mengapa hatiku hancur."

Angsa berpikir sejenak kemudian bertanya, "Mengapa kau jatuh cinta pada angsa? Tidak adakah bebek yang menarik perhatianmu?"

Bebek kuning tersenyum pilu, "Saat melihat bebek, aku seperti melihat diriku sendiri. Lemah dan tak menarik. Berbeda saat aku melihat kalian."

Angsa tersenyum, lalu mendorong kepalanya ke badan bebek kuning hingga bebek kuning terpaksa berjalan menuju danau. Saat bebek kuning sudah dekat sekali dengan danau, semua angsa menatapnya. Bebek kuning merasa seperti ingin ditelan bumi. Dia sangat malu.

"Itu si bebek kuning...." sahut angsa yang berada di tengah danau. Angsa lainnya pun menimpali. Beramai-ramai angsa itu memanggil bebek kuning. Bebek kuning terkejut karena semua angsa mengenalnya. Dia menatap heran angsa yang mendorongnya tadi.

"Kami semua mengenalmu karena kau adalah bebek kuning. Bebek yang selalu menjadi bahan pembicaraan bebek lainnya. Jangan merasa rendah diri, jika kau bukan bebek kuning dan kau adalah angsa maka kami semua tidak akan mengenalmu. Bersyukurlah dengan dirimu sendiri."

Selasa, 19 Mei 2015

Laki-laki ini

Laki-laki ini jatuh hati padamu,
Beberapa hari ini dia selalu memikirkanmu,
Tapi, kakinya melangkah malu-malu.

Laki-laki ini benar-benar mencintaimu,
Usahanya benar-benar dilakukannya untukmu,
Senyum kagumnya akan parasmu terlihat jelas.

Laki-laki ini menahan perasaannya untukmu,
Dikatakannya kau adalah rasanya yang sementara,
Meski pikirnya tak henti-henti membayangkan dirimu.

Laki-laki ini pada akhirnya menyadari sesuatu,
seorang perempuan mengusiknya, dan perempuan itu tertawa,
Pada kenyataan bahwa sang laki-laki telah jatuh hati padamu.
Bertanyalah laki-laki ini akan hatimu. Ah, si perempuan tidak bisa diandalkan untuk mencapai hatimu.

Laki-laki ini masih mengharapkanmu, meski dia tahu kau terlalu jauh untuk diraih. Tapi, siapa yang tahu masa depan? Mungkin saja di hari besok pintu hatimu terbuka untuknya.

Pesona Bebek Kuning

Bebek hijau datang, lehernya yang panjang membuatnya terlihat dari kejauhan. Bebek kuning tersenyum malu-malu. Matanya berbinar riang. Bebek hijau menyapanya dengan cinta. "kwek..kwek.." Bebek kuning membalikan badannya dan meninggalkan bebek hijau.

Bebek biru bersembunyi di balik ilalang. Dia melihat bebek kuning pergi meninggalkan bebek hijau. Karena senang dengan apa yang dilihatnya, berlarilah dia menghampiri bebek kuning. Tidak lupa dia mengambil cacing malang yang sedang menggeliat di depannya. Diserahkannya cacing itu pada bebek kuning. Bebek kuning mengambilnya dan menelannya. Suaranya lembut mengucapkan terima kasih pada bebek biru. Ah, si bebek biru tenggelam dalam bahagia.

Bebek merah dengan badannya yang besar dan paruhnya yang hitam menari di pinggir sungai. Dia menari indah sekali. Bebek kuning tersadar akan hal itu dan menghampirinya. Ditinggalkanlah dia, si bebek biru yang menatapnya penuh harap. 

Sadar dia mampu menarik perhatian bebek kuning, bebek merah menari dengan penuh semangat, kaki-kakinya yang bersirip melangkah bersilang-silang. Suara kweknya terdengar gahar. Namun, bebek kuning menghentikan langkahnya dan berbalik berjalan menghadap danau.

Di danau di depan sana, ada sekumpulan angsa putih sedang terbang. Lalu, hinggap di airnya dan mereka berdua-dua membentuk tanda cinta. Bebek kuning menatap dengan wajah sedih. Dilihatnya angsa putih di depan sedang mengaitkan hati. Ah, andai aku angsa putih. Begitu pikirnya.