Bebek kuning yang berada di pinggir danau menatap sedih. Air matanya mengalir pelan. Dia menangis. Tanpa diketahuinya, seekor angsa putih datang mendekat. Angsa putih itu melihatnya lekat-lekat. Dia terheran-heran untuk apa bebek kuning menangis.
"Kenapa kau menangis?" Angsa putih bertanya merdu.
"Kau indah sekali," jawab bebek kuning.
"Kau juga indah," angsa putih menjawab lagi, "Ohh.. sebentar! Apakah kau si bebek kuning yang mempesona yang namanya selalu diagung-agungkan oleh bebek lainnya?"
Bebek kuning tersenyum malu-malu, "Apa benar begitu?"
Angsa mengangguk pelan. Lehernya yang panjang membuatnya terlihat semakin menawan. Bebek kuning menunduk sedih.
"Kenapa kau selalu menunduk sedih seperti itu?" angsa bertanya pelan.
"Setiap sore aku kemari, menatap kalian para angsa yang berdua-dua. Saat aku melihat kalian entah mengapa hatiku menjadi sedih.", bebek kuning mulai terisak, "Akhir-akhir ini aku baru tersadar bahwa rupanya aku mulai jatuh cinta pada angsa. Tapi, aku tak berani mendekat. Saat kalian pergi, aku berjalan mendekati danau dan melihat ke airnya. Saat ku lihat diriku sendiri di atas air, entah mengapa hatiku hancur."
Angsa berpikir sejenak kemudian bertanya, "Mengapa kau jatuh cinta pada angsa? Tidak adakah bebek yang menarik perhatianmu?"
Bebek kuning tersenyum pilu, "Saat melihat bebek, aku seperti melihat diriku sendiri. Lemah dan tak menarik. Berbeda saat aku melihat kalian."
Angsa tersenyum, lalu mendorong kepalanya ke badan bebek kuning hingga bebek kuning terpaksa berjalan menuju danau. Saat bebek kuning sudah dekat sekali dengan danau, semua angsa menatapnya. Bebek kuning merasa seperti ingin ditelan bumi. Dia sangat malu.
"Itu si bebek kuning...." sahut angsa yang berada di tengah danau. Angsa lainnya pun menimpali. Beramai-ramai angsa itu memanggil bebek kuning. Bebek kuning terkejut karena semua angsa mengenalnya. Dia menatap heran angsa yang mendorongnya tadi.
"Kami semua mengenalmu karena kau adalah bebek kuning. Bebek yang selalu menjadi bahan pembicaraan bebek lainnya. Jangan merasa rendah diri, jika kau bukan bebek kuning dan kau adalah angsa maka kami semua tidak akan mengenalmu. Bersyukurlah dengan dirimu sendiri."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar