Selasa, 19 Mei 2015

Jam 3 di masa lalu

Bunga yang kau beri masih berwarna merah, wanginya masih bisa kucium. Tepat jam 3 sore kala itu kau memberikannya padaku,
"Bunga ini akan mudah layu, wanginya akan segera pergi dan aku tidak bisa berbuat apa-apa karena hal itu.", katamu, "Tapi, setidaknya kau bisa mengingatnya di dalam kenanganmu dan aku akan merasa sangat bahagia bila kau menjadikannya kenangan yang berharga."

Aku menatapmu. Wajahmu yang tersenyum penuh ketulusan membuat hatiku gemetar.

Tepat jam 3 di pagi buta itu, teleponku berdering.
"Sayang, sudahkah kau mencinta dengan Sang Maha Mencinta? Sudahkah kau mengucap ayat-ayat rindumu padaNya?" suaramu yang lembut bagai menari di telingaku.

Aku tersenyum. Hatiku kurasa luruh kembali.

Tepat jam 3 di kala sore yang lain, kau berbicara, "Aku akan pergi darimu meski hatiku tidak." Wajahmu sayu dan senyum indah itu hilang.

Aku menangis. Hatiku hancur.

Tepat jam 3 di pagi buta yang lain, aku merasa sangat sepi. Tangkai bunga yang sudah layu dan kering itu masih kusimpan.

Tepat jam 3 di sore yang cerah itu, aku sadar bahwa hatiku benar-benar telah kosong olehmu. Kau dimana? Apa kau bahagia di sana?

Jam 10 yang tak kusangka-sangka, ku terima surat itu, goresan tangan yang aku rindukan,
" Maafkan aku yang harus pergi. Maafkan aku yang meninggalkanmu. Kaulah yang paling mengerti perasaanku padamu. Jangan kau ragukan karena itulah yang sebenarnya sayang. Aku pergi karena duniaku sedang runtuh dan aku tak bisa lagi menatap matamu karena luka ini. Maafkan keegoisanku sayang. Maaf. Kau boleh percaya atau tidak. Tapi kaulah kenanganku yang paling berharga."

Aku menutup surat itu dengan perasaan kosong. Aku kenangan. Aku adalah kenangannya. Itu artinya, aku tidak akan pernah menjadi masa depannya.

Tepat jam 3 di tahun yang lain, seseorang mengatakan padaku, "Dia mencintaimu. Jangan kau ragukan itu. Tapi, bisakah kau percaya saja atas apa keputusannya?"

Aku percaya padamu. Tapi, hatiku tidak.

Kau menjadikanku kenanganmu. Maka itulah pula yang akan aku lakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar