Bebek hijau datang, lehernya yang panjang membuatnya terlihat dari kejauhan. Bebek kuning tersenyum malu-malu. Matanya berbinar riang. Bebek hijau menyapanya dengan cinta. "kwek..kwek.." Bebek kuning membalikan badannya dan meninggalkan bebek hijau.
Bebek biru bersembunyi di balik ilalang. Dia melihat bebek kuning pergi meninggalkan bebek hijau. Karena senang dengan apa yang dilihatnya, berlarilah dia menghampiri bebek kuning. Tidak lupa dia mengambil cacing malang yang sedang menggeliat di depannya. Diserahkannya cacing itu pada bebek kuning. Bebek kuning mengambilnya dan menelannya. Suaranya lembut mengucapkan terima kasih pada bebek biru. Ah, si bebek biru tenggelam dalam bahagia.
Bebek merah dengan badannya yang besar dan paruhnya yang hitam menari di pinggir sungai. Dia menari indah sekali. Bebek kuning tersadar akan hal itu dan menghampirinya. Ditinggalkanlah dia, si bebek biru yang menatapnya penuh harap.
Sadar dia mampu menarik perhatian bebek kuning, bebek merah menari dengan penuh semangat, kaki-kakinya yang bersirip melangkah bersilang-silang. Suara kweknya terdengar gahar. Namun, bebek kuning menghentikan langkahnya dan berbalik berjalan menghadap danau.
Di danau di depan sana, ada sekumpulan angsa putih sedang terbang. Lalu, hinggap di airnya dan mereka berdua-dua membentuk tanda cinta. Bebek kuning menatap dengan wajah sedih. Dilihatnya angsa putih di depan sedang mengaitkan hati. Ah, andai aku angsa putih. Begitu pikirnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar